TUJUH PRINSIP KOMUNIKASI BISNIS DAN APLIKASI
Completeness
Completeness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan yang lengkap, meliputi 5 W plus 1 H. 5 W terdiri dari what, who, when, where, why, sedangkan H adalah how.
Contoh:
NOTA DINAS
Hal : Satuan Acara Pelajaran
Kepada Yth. Dosen Universitas Padjadjaran
di tempat
Sehubungan dengan akan dimulainya perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2007-2008, kami meminta agar Bapak/Ibu menyusun SAP yang akan Bapak/Ibu ajarkan. SAP tersebut sudah harus kami terima paling lambat tanggal 24 September 2007. Penyerahan SAP dilakukan melalui ketua jurusan di kampus masing-masing.
Demikian untuk dimaklumi dan dilaksanakan.
Bandung, 2 Agustus 2007
Puket Bid. Akademik
Dr. Ahmad Bauty
Penjelasan:
Pada nota diatas, completeness dapat dilihat melalui:
- What
Meminta agar Bapak/Ibu menyusun SAP yang akan Bapak/Ibu ajarkan.
- Who
Kami, dalam hal ini Puket Bidang Akademik, Dr. Ahmad Bauty.
- When
Paling lambat tanggal 24 September 2008.
- Where
Di kampus, dalam hal ini, Universitas Padjadjaran sesuai jurusan para dosen masing-masing.
- Why
Sehubungan dengan akan dimulainya perkuliahan semester ganjil.
- How
Penyerahan SAP melalui ketua jurusan.
Conciseness
Conciseness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan yang singkat, padat, dan jelas.
Contoh:
SURAT PEMBERITAHUAN
No : 535/SK/IX/91 Jakarta, 1 Oktober 1991
Lamp. : -
Perihal : KENAIKAN HARGA BUKU
Kepada Yth.
Penyalur/ Toko Buku
Dari Penerbit ”Setia Kawan”
Dengan hormat,
Kenaikan harga bahan baku dan upah tenaga kerja yang berkaitan dengan produksi buku akhir-akhir ini, menyebabkan kami tidak dapat lagi mempertahankan harga buku dari terbitan kami yang selama ini berlaku.
Karena itu, mulai tanggal 1 Oktober 1991, dengan berat hati kami terpaksa menaikkan harga buku-buku terbitan kami. Namun demikian pesanan yang masuk pada kami sampai dengan tanggal 30 September 1991 masih kami layani dengan harga lama.
Demikianlah pemberitahuan ini kami sampaikan, dengan maksud agar para Penyalur dan Toko Buku mempunyai kesempatan untuk memesan dari sekarang, masih kami layani dengan harga lama.
Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
Hormat Kami,
TB. Setia Kawan
Fandi Ahmad
Direktur
Penjelasan:
Menurut penyusun, apabila paragraf kedua dari isi surat diatas dibaca, informasi yang terkandung didalamnya masih belum mencerminkan conciseness. Informasi yang terkandung pada paragraf dua tersebut akan lebih singkat, padat, dan jelas apabila disampaikan sebagai berikut:
Kami akan menaikkan harga buku terbitan kami mulai tanggal 1 Oktober 1991. Pesanan yang masuk sebelum tanggal tersebut dilayani dengan harga lama.
Concreteness
Concreteness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan yang konkrit (data) dan spesifik.
Contoh:
Masih mengambil contoh pada paragraf dua pada surat pemberitahuan diatas, informasi yang terkandung didalamnya masih belum spesifik. Apabila pada paragraf tersebut ditambahkan suatu data, maka para penyalur akan mendapat informasi lebih akurat, seperti:
Kami akan menaikkan harga buku terbitan kami sebesar 25% dari harga lama mulai tanggal 1 Oktober 1991.
Clarity
Clarity disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memberikan pendengar maupun pembaca informasi atau pesan dengan makna yang mudah dipahami.
Contoh:
Untuk prinsip clarity, penyusun mengambil contoh dari paragraf pertama surat pemberitahuan diatas. Secara umum, paragraf pertama hendak menyatakan adanya kenaikan harga, namun dengan penyampaian yang tidak langsung. Hal ini menimbulkan ketidakjelasan maksud dari kandungan paragraf pertama. Agar paragraf pertama mudah dipahami para penyalur buku, ada baiknya paragraf ini disusun sebagai berikut:
Sehubungan dengan kenaikan harga bahan baku dan upah tenaga kerja yang berkaitan dengan produksi buku, kami bermaksud menaikkan harga buku terbitan kami.
Consideration
Consideration disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu mempertimbangkan untuk mengutamakan pendengar maupun pembaca informasi/ pesan.
Contoh:
Merujuk pada surat pemberitahuan, prinsip consideration jelas terlihat pada paragraf ketiga. Isi paragraf tersebut mengutamakan para penyalur buku, dalam hal ini sebagai penerima informasi, agar mempunyai kesempatan memesan buku sebelum harga naik. Namun, sebaiknya paragraf disusun sebagai berikut:
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, dengan harapan Penyalur dan Toko Buku mempunyai kesempatan untuk memesan sebelum harga naik.
Courtesy
Courtesy disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memperhatikan dan membiasakan selalu kesopanan dan penghargaan untuk pendengar maupun pembaca informasi atau pesan.
Contoh:
Berikut adalah cuplikan percakapan di telepon antara dua orang sahabat, Rayna dan Andina, mengenai tugas kelompok yang harus mereka kerjakan.
ANDINA : Rayna, begini, saya sudah lihat tugas yang kamu kerjakan melalui email. Tugas itu harus dikerjakan ulang.
RAYNA : Memang kenapa? Saya sudah berusaha keras menyusunnya, apakah ada kekurangan?
ANDINA : Tugas yang kamu kerjakan tidak memiliki penjelasan kesimpulan yang baik sehingga membingungkan saya dan bahan acuan yang kamu pakai tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kita tidak dapat menyerahkannya dengan keadaan seperti itu. Kamu harus mengulangnya.
RAYNA : Tapi..(terdiam) Baiklah.
Penjelasan:
Pada percakapan diatas, dapat disimpulkan Andina tidak memberikan kritik yang membangun, bahkan tidak memberikan penghargaan yang sepantasnya atas usaha yang dilakukan Rayna. Seharusnya, Andina dapat mengatakan kritiknya dengan lebih baik sebagai berikut:
”Rayna, saya sudah melihat tugas yang kamu kerjakan melalui email, terma kasih ya, tapi menurut saya masih ada yang harus diperbaiki. Bisakah kamu memperbaikinya?”
”Menurut saya, jika kamu membuat kesimpulan dengan lebih jelas dengan menggunakan bahan acuan yang lebih baik, saya bisa memahami isi tugas yang kamu buat”.
Correctness
Correctness disini berarti, dalam berkomunikasi pembicara atau pemberi informasi selalu memperhatikan dan membiasakan selalu untuk berbicara dan menulis kepada pendengar maupun pembaca dengan menggunakan struktur dan tata bahasa yang baik dan benar.
Contoh:
Berikut adalah cuplikan dari sebuah undangan pernikahan:
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/I berkenan hadir untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai.
Penjelasan:
Menurut penyusun, kalimat tersebut akan memilik struktur dan tata bahasa yang baik dan benar apabila disusun sebagaimana berikut:
Kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/I untuk memberikan doa restu kepada kedua mempelai merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi kami.